Sunday, December 9, 2012

Assignment


            The names Medy. At 13th December I will be turn out to 17 years old.  Some people might say, at this age is the adolescence phase and yet is true indeed. This is the phase when the world is turning up side down, as it wants. And we, the teenagers, have been through all the things, which we never imagine. Because this phase is when we are in unstable condition about who we are and what we wanted to be when we have grown up.
            Most teenagers have to struggle with their adolescence, because somehow it insists them grow so fast instead they want to slow things down. They want to enjoy their life while they can, make fun with their friends, feel free about themselves without all risks and responsibilities to take, and that’s why it ends them grow up late. When they supposed to be an adult, they still have a child side inside them. And they are blocked by it. The adolescence is frightening, they think.
            I ever asked what is the meaning of the adolescence phase is to my friend whom I think he has adult thoughts than anyone. He said to me that the adolescence is just the phase when we’re trying to find what we really are. In fact they have to pass this. For examples, to fall in love, to explore new things, handle some teenage problems and they must to solve it. And everybody is ever through all of that. Half of them are enjoying it and always take every lesson from it. And the rest just do not care about it.
And I can not agree more with what he said. His thought made me think that the fact that adolescence is a greatest part of somebody’s life. So here’s the thing, spend your worthy time as you don’t live for another day. Adolescence phase is the time when we fall, we stumble, we cry, we fear, we explore, we struggle, we learn, we see, we imagine, we laugh, we hate, we keep, we relax, we excluded, we fight, we hear, we love, we play, we feel, and the important thing about this phase is the time when we grow. So take the risks, get some troubles, fall in love a lot, take some chances, accept all the mistakes that have been made, have fun much as you like, explore all the things you could fine, because when the time is finally arrive and we’re finally be an adult, we would know what exactly what kind of person we are and what we definitely want to do in the future. Adolescence is just one big walking pimple anyway, as what Carol Burnett said.


Just because I do what I do doesn't mean I escaped adolescence, all the bumps and bruises that go along with it. – Anna Quin



Tuesday, November 20, 2012

Sink Me Sink


Benar-benar kelewatan. Ini sudah berada di titik terbawahku. Membawa kepala sendiri rasanya membawa 10 kawanan gajah.
Naif sekali jika bilang aku tak apa atau ini tak seberapa. Namun tak naif jika bilang masih kuat.
Sesungguhnya kalau boleh memilih, aku minta tenggelam. Di lautan lepas. 
Aku akan lepas atau aku tidak, aku tidak terlalu peduli. Toh yang penting diberi pilihan ketimbang tidak sama sekali. Dan dengan rasa syukur karena boleh memilih aku menghargai pilihanku. Lebih baik sulit bernafas daripada meminta untuk tenggelam agar sulit bernafas. 
Bagus, kau mengerti sekarang. 
Kau juga harus tahu ini, bahwa dunia itu bisa berubah antagonis dalam sekejap selama kau berkedip. Dan hanya segelintir saja yang merasakan perubahannya.
Kalau sudah begitu, kau pun merasakan dan merasa amat sangat jengah, tenggelam lah sebentar.

Thursday, October 25, 2012

Sweet Words of Mine

Those were just words.
I'm glad that I can say those words straight to you. Indeed.
Probably these are just words but really means something.
And I'd be absurdly happy if I could say those words again next year.
So once again, then no more words.
Happy 18th Birthday Captain
xoxo

Saturday, October 20, 2012

Me With Mars


Rasanya mendung. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali merenung. Rasanya ingin tidur saja biar semua lupa. Rasanya ingin merasa semua akan baik-baik saja, tapi tak bisa.
Dilema itu menyiksa ternyata.
Bahkan heran pun juga tak kalah menyiksa, kenapa hanya ada waktu untukmu.
Ah, there it is. The big no on the middle of it. When it comes to you and me.


Sunday, September 30, 2012

What a Sun-day

Kadang yang perlu kita cari hanya jalan untuk kembali
Dan kadang bukan jalan untuk kembalilah yang perlu kita cari, namun belokan menuju jalan yang lain
Aku, kamu, tidak tahu benar tidaknya akan belokan itu
Mungkin persimpangan, atau belokan, atau persimpangan lagi
Tapi siapa tahu.


Friday, August 31, 2012

Magic

You know, sometimes just few words can make you feel so much better with what you really are. And it becomes your spell when you need it the most. Instead you'll feel important just like anybody else. And the universe deserves you indeed.
So this is mine.
"Sometimes people are beautiful. No in look, not in what they say. Just in what they are."
How about you? Did you find one?
Well, I hope you're gonna find it soon.

Tuesday, August 7, 2012

Kids In Alley

Perempuan itu duduk termangu di beranda. Melihat anak-anak bermain di tengah lapangan tepat di seberang rumah. Ditemani segelas es lemonade yang kecut karena lemonnya namun seimbang dengan manis gulanya. Rambutnya sekarang sudah melebihi bahu dan sudah tak ada lagi yang namanya ekor kuda. Mengamati mereka itu.... just makes the old things back, pikirnya.
Ia pikir dulu bermain seperti itu tidak asik. Lengket dan ‘gosong’. Matahari terlalu kejam untuknya. Ya dia dulu hanya anak rumah. Tak pergi kemana-mana saat pulang sekolah, mengobrol secukupnya saja dengan orang rumah, langsung pergi ke beranda untuk melihat mereka disiksa oleh terik matahari namun mereka bergeming tak peduli. Bermain sangat mengasyikkan, apalagi dengan teman.

Sekarang? Ia kembali ke tempat ini. Di beranda ini lagi. Sama seperti dulu. Bedanya mereka yang biasanya ada di tengah lapangan saat kecil dulu sudah digantikan oleh penerus mereka yang baru. Karena mereka sekarang sudah disibukkan oleh kehidupan yang nyata. Kehidupan yang memfrasekan ‘tidak ada waktu untuk bermain’ disetiap detik waktunya. Namun berita yang terdengar kelompok mereka awet hingga sekarang.

Mungkin kau bisa bilang dia menyesal. Tidak kawan, ia tidak menyesal. Namun kecewa.
Mengapa saat itu mereka tidak mengajaknya? Jelas-jelas ada satu diantara mereka yang melihatnya duduk di beranda. Mereka pasti juga tahu ia benci dengan si matahari. Tapi setidaknya mereka pantas untuk mencoba. Perempuan itu bahkan perlu waktu berpikir yang sangat lama untuk menolak, dan dalam sepersekian detik cepatnya mengiyakan ajakannya.

Dapat berumur seperti anak-anak yang sedang ia lihat dan segera berlari menuju mereka dan bergabung bersama tanpa menunggu ajakan mereka. Ia sempat menginginkan itu.
Ia tidak akan mengulangi kesalahan kedua kalinya. Sayangnya, not everyone deserves a second chance.